MASYARAKAT SAYANG LBH

RILIS PERS
DOA BERSAMA DAN DEKLARASI LBH RUMAH KITA

 

Perkembangan politik yang berakhir dengan kekacauan, demokrasi yang berakhir dengan main hakim sendiri, membuka jalan untuk lawannya: diktator.

 

Pokok-pokok reformasi memandatkan arah gerak negara Indonesia lebih demokratis selepas regim otoriter memerintah berpuluh-puluh tahun. 19 Tahun era reformasi bergulir, nyatanya sisa-sisa regim orde baru masih berusaha menancapkan kukunya di tengah bangsa ini.

6 Amanat Reformasi harus kembali diingat, disuarakan dan dilanjutkan hingga tuntas. Orde baru kali ini harus selesai, tidak bisa tidak. Sebab kita tidak akan pernah kembali mengizinkan regim diktator kembali berkuasa.

LBH – YLBHI yang sejak dulu berjalan bersama dengan gerakan masyarakat sipil memperjuangkan demokrasi sejati, minggu lalu (17/09/17) telah mengalami penyerangan oleh aktor-aktor intoleran dan anti demokrasi. Penyerangan terhadap LBH – YLBHI merupakan simbol penyerangan terhadap penyediaan layanan bantuan hukum kepada masyarakat miskin, buta hukum dan marjinal. Dan penyerangan tersebut dapat dimaknai sebagai serangan terhadap gerakan masyarakat sipil. Namun hal tersebut tidak akan menghentikan langkah gerakan masyarakat sipil untuk semakin giat berjuang memastikan terpenuhinya 6 Amanat Reformasi. “LBH-YLBHI adalah Rumah Kita bersama, tempat dimana masyarakat dapat berkonsolidasi dan terus bergerak menyuarakan keadilan dan kebenaran:, terang Azka perwakilan Masyarakat Sayang LBH.

Setelah seminggu tidak beroperasi, YLBHI- LBH Jakarta hari ini membuka kembali kantornya dengan didukung oleh Masyarakat Sayang LBH-YLBHI, yang terdiri dari jaringan, klien, paralegal, alumni dan individu-individu yang merasa bahwa LBH adalah rumah kami bersama.

Seminggu yang lalu terjadi pengepungan dan penyerangan terhadap YLBHI dan LBH Jakarta, pada tanggal 17 September 2017 malam hari hingga 18 September 2017 dini hari, yang demi alasan keamanan akhirnya harus tidak beroperasi selama satu minggu. Dampaknya berarti banyak pengadu dan pencari keadilan terpaksa tidak dapat dilayani.

Dengan didukung oleh banyak pihak, hari ini YLBHI – LBH Jakarta kembali membuka kantor dan gedung serta layanan bantuan hukumnya, untuk kembali dijadikan rumah bersama. LBH Rumah Kita. Rumah dimana orang-orang yang dipinggirkan, dilanggar hak-haknya, dianiaya, dimarjinalkan dan ditutup aksesnya pada keadilan diterima dengan pintu dan tangan terbuka.

“Seremoni hari ini merupakan simbol, bahwa gedung LBH Indonesia ini bukan hanya tempat pengacara dan staf LBH Jakarta dan YLBHI saja tetapi merupakan tempat dimana korban pelanggaran HAM merasa nyaman dan aman,” ujar Dhyta, perwakilan dari Masyarakat Sayang LBH. “Peristiwa penyerangan minggu lalu merupakan kejadian yang melukai demokrasi di Indonesia, tetapi kami akan mendukung dan menemani YLBHI – LBH Jakarta untuk bangkit lagi dan kembali berjuang untuk masyarakat miskin dan tertindas,” lanjutnya.

Acara hari ini akan diisi dengan doa bersama lintas iman dan agama; penandatanganan Deklarasi LBH Rumah Kita oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, pemimpin Serikat Pekerja/Serikat Buruh; pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian; dan pembukaan kantor secara resmi oleh pimpinan YLBHI – LBH Jakarta serta perwakilan paralegal.

Kami berharap YLBHI – LBH Jakarta akan terus ada dan melanjutkan kerja-kerjanya untuk melindungi dan memperjuangkan hak asasi warga masyarakat. Masyarakat Sayang LBH Jakarta akan terus mengawal dan menemani YLBHI – LBH Jakarta.

 

Jakarta, 25 September 2017
Masyarakat Sayang LBH

 

Narahubung:
Azka 085704794467
Dhyta 0811-9301-975

Unduh Rilis

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
  • (+62)21 - 3929840
  • (+62)21 - 31930140
  • info@ylbhi.or.id
  • Jl. Diponegoro No. 74, Menteng,
    Jakarta Pusat 10320

kantor LBH

Media Sosial

Berlangganan Kabar

© YLBHI 2018

Close Menu