Caleg Tewas, LBH Aceh Nilai Penegakan Hukum Lemah

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Mustiqlal Saputra mengatakan kekerasan menjelang hajatan politik di Aceh terus berulang. Kasus terakhir adalah tewasnya calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dari Partai Nasional Aceh Tengku Muhammad Zainal Abidin alias Cek Gu. “Kekerasan yang terus berulang akibatkan penegakan hukum yang lemah,” katanya, Sabtu 27 April 2013.
Dia menambahkan pada pemilu pertama pasca damai, aksi-aksi kekerasan juga marak terjadi antara peserta pemilu. Ia mencontohkan pembakaran mobil tim sukses salah satu kandidat. Begitu juga halnya dalam pemilu tahun 2009, satu pendukung salah satu partai politik di Aceh tewas.
Menurutnya, terus berulangnya kekerasa karena kepolisian sering gagal mengungkap siapa pelaku kekerasan. Sehingga memberikan dampak yang buruk bagi proses penegakan hukum dan demokrasi di Aceh. “Hal ini akan menjadi legilitimasi terhadap kekerasan berdimensi politik sah dilakukan di Aceh dalam hajatan politik apapun itu,” Mustiqlal menuturkan.
LBH mendesak kepolisian untuk berkerja secara lebih serius untuk mengungkap siapa dan apa motif dari penembakan yang dilakukan terhadap Tengku Zainal. Disamping itu, kata dia, polisi juga harus melakukan upaya-upaya pencegahan agar jangan ada lagi korban-korban kekerasan. “Mengingat proses politik pemilu sudah di depan mata, kepada partai politik peserta pemilu sudah saatnya kita memulai proses demokrasi di Aceh tanpa kekerasan,” ia menambahkan.
Zainal Abidin, 32, calon legislator Partai Nasional Aceh (PNA) diduga ditembak Jumat dini hari. Esok harinya, jenazah korban ditemukan di dalam sungai, bersama dengan mobil Toyota Avanza bernomor polisi BK 1690 QG. Saat ditemukan korban berada di jok belakang sopir.

 

Sumber : yahoo.com

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
Close Menu