Warga Batang Tolak Pembangunan PLTU Batubara

Ratusan orang perwakilan warga Batang, Jawa Tengah yang tergabung dalam Paguyuban Rakyat Batang berunjuk rasa di depan kantor Menteri Koordinator Perekonomian di Jakarta Pusat, Selasa (30/4/2013).

Demo warga tersebut diwarnai dengan aksi teatrikal, membawa nisan seraya menuntut Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa untuk membatalkan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara berkapasitas 2.000 megawatt yang akan dibangun di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Rencana pembangunan pembakit listri tersebut ditolak karena akan ada lima desa yang akan terkena dampaknya. Kelima desa itu terdiri dari Karanggeneng, Roban, Ujungnegoro, Wonokerso dan Desa Ponowareng.

Proyek tersebut diperkirakan akan menggunakan lahan seluas 370 hingga 700 hektar yang mencakup lahan pertanian produktif dan berada di kawasan konservasi laut daerah Ujungnegoro-Roban yang merupakan kawasan kaya terumbu karang dan wilayah tangkapan ikan nelayan di Pantai Utara Jawa.

Penolakan warga juga karena alasan bahwa batubara yang akan digunakan sebagai energi pembangkit merupakan bahan bakar fosil terkotor yang menyumbang utama emisi karbon penyebab perubahan iklim.

 

Sumber : Kompas.com

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *