YLBHI: KPK Harus Berani Bongkar Keterlibatan Ibas

Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia Alvon Kurnia Palma, mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membongkar kasus korupsi yang melibatkan Edhi Baskoro Yudhoyono alias Ibas dalam kasus Hambalang dan SKK Migas.

“KPK harus berani membongkar kasus Ibas,” kata Alvon kepada¬†Teraspos, Jumat (21/2).
Menurut dia, soal keterlibatan Sekretaris Jendaral Partai Demokrat itu sudah jelas dalam beberapa kasus.
Apalagi Ibas disebut oleh bekas Wakil Direktur Keuangan Permai Group Yulianis, yang menyebut Ibas terlibat dalam kasus Hambalang. Selain itu nama Ibas disebut dalam berita acara pemeriksaan milik Ketua Komisi VII DPR Sutan Bhatoegana.

“Apalagi sudah jelas kan, disebut nama Ibas, yang lain juga dan Anas juga menyebut Ibas dikasus Hambalang dan SKK Migas.”

Sebelumnya KPK mengaku tak akan segan memeriksa Ibas yang merupakan anak kandung Presiden SBY untuk dimintai keterangan apabila dibutuhkan untuk mendalami penyilidikan kasus SKK Migas dan Hambalang.

Dalam BAP Sutan, jelas tertulis nama Ibas disebutkan. Pada hari Jumat, 26 Juli 2013 Sutan datang ke Cikeas tepat lima menit sebelum azan Magrib. Ibas bertemu dengan Sutan.

Namun Sutan mengurungkan niatnya untuk bertemu di kediaman SBY itu, kemudian pertemuan itu dilanjutkan di gedung pertemuan Raflesia. Raflesia adalah sebuah kompleks elite di kawasan Cibubur, Jawa Barat yang letaknya tak jauh dari Cikeas.

Tak lama setelah salat Magrib, Sutan meninggalkan kediaman SBY. Sutan memilih menunggu Ibas di RM Suharti sambil menunggu informasi kehadiran Ibas. Tak lama kemudian Eka mendatangi Sutan dan menjelaskan Ibas tidak jadi datang karena diajak SBY ke acara lain.

Eka mengatakan pertemuan dilakukan esok harinya, Sabtu jam 10 di Bimasena, kompleks Bidakara, Jakarta. Sutan yang sengaja datang terlambat di Bimasena, begitu tiba langsung disambut Eka.

Saat menanyakan apakah Ibas sudah hadir, Eka langsung mengajak Sutan ke lantai dua. Begitu masuk ruang rapat, Sutan kaget karena sudah ada Rudi Rubiandini, Sartono dan Deni.

Deni lalu menanyakan ke Sutan yang baru tiba itu.”Bang tolong yang kemarin lah, bang. Ini sudah ada Pak Rudi,” demikian tertulis di BAP Sutan tersebut.

Deni kemudian menjelaskan bahwa PT Rekin adalah terbaik dan menginginkan PT Rekin dimenangkan.”Bang, PT Timas ini belum diputuskan.”

Sutan pun langsung emosi.”Jangan main-main deh, saya tahu kayak gini. Ini bidang internasional. Jangan sampai kita memenangkan yang kalah, mengalahkan yang menang,” kata Sutan. Sutan pun menantang Rudi.”Silakan kalau Pak Rudi kalau mau melakukan itu.”

Rudi ketika itu mengatakan dalam hal ini yang benar adalah Sutan dan SKK Migas tidak bisa diintervensi. Namun Sartono menimpali. ,”Ini kan untuk partai.”

Sutan pun makin meninggi,”Pak Sartono, Pak SBY bilang tidak ada yang begini. Kalian ini serakah.”

Setelah itu Sutan pergi. Deni pun mengejar Sutan,”Bang ini besar,Bang, untuk Abang ini.”. Sutan pun membalas,” Saya tahu semua butuh uang, tapi bukan begini caranya Saya tidak mau,” kata Sutan

 

Sumber : teraspos.com

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
  • (+62)21 - 3929840
  • (+62)21 - 31930140
  • [email protected]
  • Jl. Diponegoro No. 74, Menteng,
    Jakarta Pusat 10320

kantor LBH

Media Sosial

Berlangganan Kabar

© YLBHI 2018

Close Menu