YLBHI: Polisi Larang Diskusi Sejarah Peristiwa 65

logo-ylbhi-80px

Polisi larang seminar sejarah ‘Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965′, Sabtu (16/9/2017), di LBH Jakarta, kawasan Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Akibat pelarangan ini, acara tersebut akhirnya batal dilangsungkan.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan LBH Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur mengatakan pihak Kepolisian justru melakukan pelarangan secara aktif terhadap keberlangsungan acara tersebut.

“Justru mereka (polisi) yang menghalangi, bukan malah melindungi dari ancaman pihak lain. Malah dia (polisi) lakukan pelarangan secara aktif,” katanya ketika dihubungi rilis.id, Sabtu (16/9/2017).

Padahal, menurutnya, semalam sebelum kegiatan, dari panitia dan intel polisi sudah sepakat bahwa semua orang boleh mengikuti diskusinya.

Namun, lanjutnya, pagi tadi Kepolisian justru merubah sikapnya dengan menghalangi peserta untuk mengikuti acara.

“Orang yang demo juga bisa ikut. Itu sudah sepakat tapi justru tadi pagi polisi merubah sikapnya dengan membatasi peserta untuk masuk,” jelasnya.

Menurutnya, tindakan yang dilakukan polisi merupakan bagian dari kemunduran demokrasi dan bagian dari pelarangan untuk melakukan diskusi dan kajian ilmiah. 

“Sangat berbahaya, kenapa polisi melarang menyelenggarakan acara ini,” imbuhnya.

Isnur juga berpendapat acara itu adalah acara ilmiah dan diselenggarakan secara terbuka dan di tempat publik. Jadi semua orang bisa mengikuti untuk menyimak bahkan meliput.

“Ini diskusi sejarah mengundang narasumber dari Wantimpres, Pakar HAM, mantan Jenderal TNI, mantan Polisi, sejarahwan banyak sekali tokoh yang diundang sebagai pemateri,” tandasnya.

Terpisah, Kapolsek Menteng AKBP Ronald Purba, ketika dikonfirmasi rilis.id di lokasi kejadian enggan berkomentar. 

 

Sumber : rilis.id

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *