Wajah Baru Diponegoro 74

Oleh : April Pattiselano[1]

Gedung LBH Jakarta – YLBHI yang terletak di Jalan Diponegoro 74 sekarang memiliki wajah baru. Gedung ini sekarang dihiasi mural dari Studio Hanafi yang sedang bekerja sama dengan Kemendikbud untuk workshop 3D mural di Ruang Publik. Bersama sekitar 30 peserta yang berasal dari Padang, Bandung, Jabodetabek, dan Lombok, mereka menghiasi Kantor Lembaga Bantuan Hukum dengan mural dari lantai 1 sampai 3. Waktu pembuatan mural dilaksanakan dari tanggal 28 November 2017 hingga 2 Desember 2017.

Pembuatan mural ini berawal dari permintaan Studio Hanafi yang menghubungi Muhammad Isnur, Ketua Bidang Advokasi YLBHI. Studio Hanafi menyampaikan permintaan untuk membuat mural di gedung YLBHI. Permintaan ini disambut dengan senang hati. Setelah dilakukan brainstorming tentang ide gambar-gambar yang akan dibuat, pembuatan mural pun dimulai.

Mural di Kantor Lembaga Bantuan Hukum terpapar indah dari lantai 1 sampai lantai 3 tanpa putus. Gambar yang terlihat dominan adalah gambar police line, kawat berduri, dan kobaran asap yang dihadirkan dengan jalinan panjang sehingga seakan-akan kita berada dalam area demonstrasi yang besar dan penuh perjuangan. Di sepanjang mural ini juga ditampilkan serangkaian advokasi yang dilakukan YLBHI-LBH di Indonesia sejak tahun 1970. Selain itu para pemural juga melukis wajah tokoh-tokoh dan korban pelanggaran HAM yang perjuangannya sudah tidak asing bagi kita. Para tokoh itu di antaranya: Gus Dur (gambar 3), Wiji Thukul, Marsinah, Suyat (Gambar 6) dan Prof. Dr. Iur. Adan Buyung Nasution selaku founding father (Gambar 9). Tak hanya itu, terdapat juga symbol-simbol yang melambangkan penegakan hukum di Indonesia, seperti terdapat pada Gambar 10. Pada tembok ruang dikusi YLBHI kita dapat melihat mural timbangan yang digenggam secara paksa seolah berpesan bahwa hukum yang seharusnya diberlakukan secara adil  setiap orang justru dipraktekkan sebaliknya karena paksaan dari pihak yang berkuasa dan memiliki kepentingan. Sepanjang mural police-line terdapat lilin yang melambangkan bahwa setiap perjuangan seberat apapun pasti ada titik terang yang dapat menuntun kita untuk memperoleh keadilan. Hal ini sesuai dengan Pancasila sila ke-5 “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, maka keadilan seharusnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. Maka dari itu perjuangan untuk keadilan tak dapat disingkirkan.

Akhirnya, segenap keluarga besar YLBHI-LBH mengucapkan terima kasih kepada Studio Hanafi dan seluruh peserta yang ikut andil dalam pembuatan mural ini. Panjang umur perjuangan!

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print
Close Menu