Konferensi “Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim” dan Lokakarya Akademisi untuk Keadilan Iklim

pexels-valentin-sarte-2902892-11939228

KONFERENSI “DEMOKRASI, NEGARA HUKUM DAN AKSI IKLIM” DAN LOKAKARYA AKADEMISI UNTUK KEADILAN IKLIM

Yogyakarta, 10-14 Agustus 2026

LATAR BELAKANG 

Situasi demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup di Indonesia saat ini menunjukkan keterkaitan yang semakin erat. Dalam beberapa tahun terakhir, penyempitan ruang sipil, meningkatnya kriminalisasi terhadap pembela HAM dan lingkungan hidup, serta menguatnya pendekatan keamanan dalam pengelolaan sumber daya alam berlangsung bersamaan dengan memburuknya krisis ekologis dan dampak perubahan iklim. Di berbagai wilayah, masyarakat menghadapi konflik agraria, pencemaran lingkungan, hilangnya ruang hidup, hingga meningkatnya kerentanan akibat bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.

Pada saat yang sama, krisis iklim semakin memperparah berbagai bentuk ketimpangan yang telah ada sebelumnya. Kelompok masyarakat adat, perempuan, nelayan, petani, penyandang disabilitas, anak-anak, dan kelompok rentan lainnya menjadi pihak yang paling terdampak meskipun mereka bukan penyumbang utama krisis tersebut. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan hidup dan perubahan iklim tidak dapat dipahami semata sebagai persoalan teknis, melainkan berkaitan erat dengan kualitas demokrasi, penegakan hukum, perlindungan HAM, serta tata kelola sumber daya alam.

Di tengah situasi tersebut, diperlukan ruang bersama untuk mempertemukan pengalaman, pengetahuan, dan strategi dari berbagai kalangan guna memperkuat gerakan keadilan lingkungan dan iklim di Indonesia. Untuk itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI), Indonesian Center for Environmental Law (ICEL), Trend Asia, Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, dan LBH Yogyakarta menyelenggarakan Konferensi “Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim” pada tanggal 10-11 Agustus 2026 serta Lokakarya Akademisi untuk Keadilan Iklim yang akan dilaksanakan pada 12–14 Agustus 2026 di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

KONFERENSI DEMOKRASI, NEGARA HUKUM DAN AKSI IKLIM

FH UGM, 10-11 Agustus 2026

  • SUBTEMA KONFERENSI

Subtema konferensi meliputi:

  1. Transisi Energi Berkeadilan, Berkelanjutan dan Demokratis;
  2. Konservasi SDA dan Krisis Ekologis;
  3. Keadilan Iklim;
  4. Demokrasi dan Konstitusionalisme Lingkungan;
  5. Sekuritisasi SDA;
  6. Membaca Ulang Krisis Ruang Hidup: Konflik dan Penyingkiran Ruang Hidup Kelompok Rentan;
  7. Serangan terhadap Pejuang Lingkungan Hidup dan Pembela HAM;
  8. Perkembangan Penegakan Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup;
  9. Politik Ekonomi Pembangunan Ekstraktif; dan
  10. State Capture dan Korupsi Sumber Daya Alam.

Penjelasan mengenai subtema dapat diakses melalui link bit.ly/PenjelasanSubtema 

  • SYARAT dan KETENTUAN
  1. Terbuka untuk mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi hukum, organisasi masyarakat sipil, komunitas, dan masyarakat umum;
  2. Mengirimkan abstrak maksimal 200 kata sesuai dengan salah satu subtema konferensi;
  3. Abstrak/naskah dapat ditulis oleh lebih dari satu orang (penulis kolaborasi). Namun, apabila dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa, pembiayaan hanya akan diberikan kepada 1 (satu) orang penulis utama (corresponding author);
  4. Mengisi formulir pendaftaran melalui tautan: https://bit.ly/Pendaftaran-Konferensi-IklimdanLingkungan

Pada tahap pendaftaran, peserta cukup mengirimkan abstrak saja. Naskah lengkap (full paper) tidak diperlukan pada tahap ini. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi abstrak akan dihubungi oleh panitia untuk informasi lebih lanjut mengenai tahapan berikutnya, termasuk jadwal pengiriman naskah lengkap dan informasi teknis lainnya.

LOKAKARYA AKADEMISI UNTUK KEADILAN IKLIM

FH UGM, 12-14 Agustus 2026

  • Materi Lokakarya

  1. Pengenalan sains perubahan iklim;
  2. Perkembangan prinsip-prinsip hukum lingkungan dan penerapannya;
  3. Dinamika dan perkembangan hukum perubahan iklim di tingkat global maupun nasional;
  4. Litigasi perubahan iklim; dan
  5. Keadilan iklim.
  • Syarat dan Ketentuan

Lokakarya diperuntukkan bagi pengajar fakultas hukum pada perguruan tinggi di Indonesia dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rangkaian Konferensi “Demokrasi, Negara Hukum dan Aksi Iklim”. Oleh karena itu, peserta lokakarya wajib mengikuti seluruh rangkaian konferensi dan lokakarya serta memenuhi persyaratan keduanya:

  1. Merupakan pengajar fakultas hukum pada perguruan tinggi di Indonesia;
  2. Memahami dan dapat mengikuti beberapa sesi yang dilaksanakan dalam bahasa Inggris;
  3. Wajib mengikuti seluruh rangkaian konferensi dan lokakarya pada 10–14 Agustus 2026;
  4. Mengirimkan abstrak konferensi maksimal 200 kata sesuai salah satu subtema konferensi;
  5. Mengirimkan curriculum vitae terbaru;
  6. Mengirimkan surat tugas dari fakultas hukum;
  7. Mengirimkan motivation letter maksimal 500 kata;
  8. Mengirimkan esai maksimal 800 kata (tidak termasuk catatan kaki) bertemakan “Bagaimana Peran Akademisi dalam Mewujudkan Keadilan Iklim?”;
  9. Mengisi formulir pendaftaran melalui tautan:
    https://bit.ly/DaftarLokakarya_Akademisi-Keadilan-Iklim

BEASISWA DAN BIAYA PARTISIPASI

Peserta dapat mendaftar sebagai penerima beasiswa maupun peserta reguler.

Seleksi penerima beasiswa dilakukan berdasarkan relevansi, orisinalitas, kebaruan topik, dan tingkat similaritas dokumen yang dikirimkan saat pendaftaran. Penilaian akan dilakukan oleh akademisi dan praktisi hukum lingkungan.

Berikut adalah penjelasan mengenai beasiswa

  • Beasiswa Konferensi

Peserta yang memperoleh beasiswa konferensi akan mendapatkan dukungan berupa:

  • Transportasi;
  • Akomodasi/penginapan; dan
  • Konsumsi selama konferensi berlangsung.
  • Beasiswa Konferensi dan Lokakarya

Peserta yang memperoleh beasiswa konferensi dan lokakarya akan mendapatkan dukungan berupa:

  • Transportasi;
  • Akomodasi/penginapan; dan
  • Konsumsi selama seluruh rangkaian konferensi dan lokakarya berlangsung.
  • Peserta Non-Beasiswa

Peserta yang tidak memperoleh beasiswa tetap dapat mengikuti kegiatan dengan membayar biaya partisipasi sebesar Rp300.000.

Biaya tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan konsumsi selama kegiatan berlangsung. Adapun biaya transportasi, akomodasi, dan kebutuhan pribadi lainnya menjadi tanggungan masing-masing peserta.

Panitia akan menyampaikan informasi teknis lebih lanjut mengenai keberangkatan, penginapan, dan fasilitas yang ditanggung kepada peserta yang dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.

TANGGAL PENTING

Kegiatan Tanggal
Pendaftaran  19 Juni – 10 Juli 2026 (diperpanjang)
Pengumuman Abstrak Terpilih 27 Juli 2026
Registrasi Ulang 27 – 30 Juli 2026
Pelaksanaan Konferensi 10 – 11 Agustus 2026
Pelaksanaan Lokakarya 12 – 14 Agustus 2026

 

Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung berikut:

NARAHUBUNG

Eno Liska (YLBHI)
+62 8533 3320 018
[email protected]

ICEL
+62 813-8277-7068
[email protected]

 

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *