Darurat Kekerasan Negara: Menuntut Tanggung Jawab Presiden, DPR, dan Kapolri!

Darurat Kekerasan Negara- Menuntut Tanggung Jawab Presiden, DPR, dan Kapolri!

Demonstrasi tak lain merupakan respons warga atas kebijakan ugal-ugalan DPR dan Pemerintah lagi-lagi ditanggapi negara dengan melibatkan aparat yang bertindak brutal. Tak hanya menembakkan gas air mata, kali ini kendaraan taktis Brimob menabrak dan melindas pengemudi ojek online (ojol). Satu di antaranya tewas.

Tindakan brutal dan penggunaan kekerasan oleh aparat yang bersenjata jauh lebih lengkap dan mematikan tidak hanya melanggar prinsip demokrasi dan hak asasi manusia, tetapi juga menegaskan bahwa pemerintah dan aparat gagal menjaga amanat reformasi, yaitu menjadikan negara yang berpihak pada rakyat. Patut diingat bahwa kekerasan berujung pembunuhan oleh aparat dalam aksi demonstrasi bukan kali pertama terjadi. Dalam 1 tahun terakhir (Juli 2024-Juni 2025) terdapat 55 warga meninggal dunia dengan rincian 10 orang meninggal akibat penyiksaan, 37 orang akibat pembunuhan di luar hukum, dan 8 orang akibat salah tangkap. Beberapa kasus yang menyita perhatian publik di antaranya yaitu pembunuhan anak di bawah umur, yakni Gamma di Semarang, Jawa Tengah, dan Afif Maulana di Padang, Sumatera Barat.

Alih-alih bertransformasi menjadi institusi sipil yang humanis, Polri terus melanggengkan wajah lama yang represif, biadab, dan anti-demokrasi. Kritik publik atas kinerja dan citra polisi tidak pernah dijawab dengan pembenahan, bahkan minim akuntabilitas, termasuk dalam penegakan hukum pidana terhadap anggota polisi yang melakukan pelanggaran. Sangat ironis ketika nyawa warga berjatuhan di tangan aparat dengan menggunakan peralatan berbahan bakar pajak rakyat.

Berulangnya tindakan kekerasan Polri juga menandakan bahwa evaluasi, kontrol, dan akuntabilitas terhadap Polri selama ini hanya omong kosong. Padahal, reformasi Polri adalah cita-cita yang paling diharapkan dalam reformasi pasca-Orde Baru. Tewasnya warga di tangan Polisi tidak bisa dianggap insiden semata, melainkan kejahatan negara yang harus dipertanggungjawabkan dan direspons dengan audit menyeluruh penggunaan kewenangan dan persenjataan Polri.

Kekerasan aparat juga merupakan cerminan sikap pemerintah doalam merespons kritik publik. Presiden sebagai pemegang kendali utama kepolisian tidak bisa berpura-pura tidak tahu. Diamnya pemerintah atas brutalitas Polri selama ini sama dengan sikap memberikan restu. Bahkan, layak dicurigai bahwa kekerasan ini adalah strategi negara membungkam kritik dan seolah tidak menghendaki partisipasi publik dalam urusan tata kelola negara.

Pemerintah dan DPR gagal menunjukkan kepemimpinan demokratis. Ketika kritik muncul sebagai konsekuensi dari kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan umum, pemerintah dan DPR seharusnya menjawab dengan membuka ruang dialog dan transparansi. Sebaliknya, justru terjadi penutupan ruang sipil dan pembungkaman dengan kekerasan aparat.

Oleh karena itu, kami mengecam segala bentuk tindakan represif negara dan mendesak:

  1. Segera bebaskan seluruh demonstran yang ditahan di seluruh Indonesia. Penghalangan Demonstrasi, Intimidasi, kekerasan, penangkapan dan Penahanan tersebut mencederai hak konstitusional warga untuk menyampaikan pendapat di muka umum;
  2. Presiden segera Memerintahkan Institusi Polri dan TNI untuk menghentikan seluruh sikap represif dan brutal dalam menangani demonstrasi
  3. Kapolri dan Presiden bertanggung jawab penuh, untuk segera menangkap, memproses dan membawa ke Pengadilan Anggota dan Komandan-Komandan Polisi yang melakukan tindak pidana kekerasan dan pembunuhan. Bukan hanya meminta maaf dan mekanisme etik oleh Propam;
  4. Presiden perlu membentuk tim independen untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap semua pelaku kekerasan terhadap massa aksi 28 Agustus 2025;
  5. Kapolri wajib mundur atau Presiden segera mencopot Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri yang gagal mengubah watak represif dan brutal Polri;
  6. Tidak hanya Kapolri, institusi Polri harus dievaluasi dan direformasi secara menyeluruh. Presiden perlu memerintahkan investigasi independen dan transparan atas berbagai pelanggaran, termasuk namun tidak terbatas pada pengamanan aksi demonstrasi, lalu memulai agenda reformasi kepolisian secara sistematis. Sudah saatnya kepolisian dipaksa berubah menjadi lembaga profesional, akuntabel, demokratis, dan jauh dari abuse of power;
  7. Pimpinan partai politik dan kelembagaan DPR-RI menindak dan memberi sanksi keras dengan memecar anggota-anggota DPR-RI yang berlaku tidak patut dan memicu kemarahan rakyat, seperti Ahmad Sahroni, Eko Hendro Purnomo, Adies Kadir, Deddy Sitorus, Nafa Urbach, Surya Utama, Rahayu Saraswati, dan Sigit Purnomo Syamsuddin Said;
  8. Presiden dan DPR segera penuhi tuntutan demonstran, mulai dari atasi krisis lapangan kerja, batalkan R-KUHAP, hentikan semua program strategis nasional maupun program pemerintah yang merusak lingkungan dan merampas hak hidup masyarakat adat, bahas RUU Perampasan Aset dengan mengedepankan partisipasi publik yang bermakna, hentikan pengelolaan anggaran negara yang bertolak belakang dengan prinsip efektif dan efisien, dan kebijakan pajak yang berkeadilan;
  9. Pihak TNI untuk menahan diri dan tidak memasuki ruang sipil dan memanfaatkan situasi untuk merusak kondisi demokrasi lebih jauh;
  10. Komnas HAM jangan hanya diam dan perlu segera melakukan penyelidikan independen atas dugaan pelanggaran HAM serius extra-judicial killing atau penggunaan kekuatan berlebihan dalam insiden penabrakan pengemudi ojek online oleh kendaraan Brimob saat demonstrasi di Jakarta;
  11. Komnas HAM harus memantau dan menilai tindakan pemerintah maupun aparat kepolisian yang memberikan kontrol berlebihan atas media sosial selama aksi penyampaian pendapat sebagai pelanggaran terhadap hak atas kebebasan berekspresi, hak memperoleh informasi, dan hak atas partisipasi publik sebagaimana dijamin UUD 1945 dan ICCPR;
  12. Bubarkan Kementerian HAM, sebab keberadaannya gagal memitigasi pelanggaran-pelanggaran HAM yang justru dilakukan oleh alat-alat negara sendiri.

Dengan ini kami menyerukan kepada seluruh rakyat dan Keluarga Indonesia, Pejuang Keadilan dan Demokrasi, Pejuang Hak Asasi Manusia, Pejuang Kehidupan untuk Keluarga untuk terus berjuang dan bersolidaritas bersama dan bersama mengawal tegaknya konstitusi, keadilan, demokrasi dan hak asasi manusia.

Sebagai penutup, kami menilai tragedi ini menunjukkan arah berbahaya demokrasi. Tanpa ada perubahan, negara ini bukan  lagi negara demokratis, melainkan negara tiran dalam kemasan baru.

Indonesia, 29 Agustus 2025

Lembaga

  1. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI)
  2. Indonesia Corruption Watch (ICW)
  3. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS)
  4. Institute for Criminal Justice Reform (ICJR)
  5. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta
  6. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya
  7. Indonesia Judicial Research Society (IJRS)
  8. Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI)
  9. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK)
  10. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)
  11. Human Rights Working Group (HRWG)
  12. LBH APIK Jakarta
  13. LBH Padang
  14. Federasi Pelajar (FIJAR)
  15. JAKAMPUS Universitas Terbuka
  16. LBH Keadilan Samawa Rea
  17. AMAN Daerah Sumbawa
  18. Integritas Transparansi Kebijakan (ITK) Sumbawa
  19. Ruang Setara (RASERA) Project
  20. Think Inc Indonesia Legal Office
  21. Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI)
  22. Badan Eksekutif Mahasiswa IPB University
  23. Akademi Pergerakan IPB
  24. Barikade TANI
  25. FIAN Indonesia
  26. Partai Pembebasan Rakyat (PPR)
  27. Salam 4 Jari
  28. Dialokota
  29. Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR)
  30. Public Virtue Research Institute
  31. Progresip.id, media kelas pekerja
  32. Partai Hijau Indonesia (PHI)
  33. Kolektif Membaca Melawan
  34. Pusat Perjuangan Mahasiswa untuk Pembebasan Nasional (PEMBEBASAN)
  35. FIB UI Anti Kekerasan Seksual (FIB ANTIKS)
  36. Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA)
  37. Perkumpulan HuMa Indonesia
  38. Wahana Lingkungan Hidup Jambi
  39. Institute for Human and Ecological Studies (Inhides)
  40. Social Justice Indonesia
  41. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia
  42. Suara Muda Kelas Pekerja Partai Buruh (SMKP)
  43. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung
  44. Enter Nusantara
  45. Bung Hatta Anti Corruption Award (BHACA)
  46. Liga Mahasiswa Indonesia Untuk Demokrasi (LMID)
  47. Kelompok Kerja 30 (POKJA30)
  48. Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI)
  49. AMAR Law Firm & Public Interest Law Office (AMAR)
  50. SETARA Institute for Democracy and Peace
  51. Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
  52. Komite Aksi Mahasiswa Universitas Hang Tuah Surabaya Pro Demokrasi (Hantu PD)
  53. Logos ID
  54. Marsinah.ID
  55. Pusat Studi Agraria IPB University
  56. Ikatan Alumni FH Universitas Atma Jaya Yogyakarta (Ikahum Atma Jogja)
  57. Insulinde Sejarah
  58. Lingkar Diskusi Gender (LDG)
  59. Komunitas Alumni Sekolah Anti Korupsi (SAKTI) Pemuda Bali
  60. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
  61. Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ)
  62. Dirty Vote
  63. Kaukus Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA)
  64. Parlemen-BEM FTSP Universitas Trisakti
  65. Anti Corruption Committee Sulawesi
  66. Sajogyo Institute
  67. Sadar Setara
  68. Blok Politik Pelajar
  69. Lokataru Foundation
  70. KASTRAD FK UII
  71. Sawit watch
  72. Indonesia Climate Justice Literacy (ICJL)
  73. Suara Ibu Indonesia
  74. Sawit women educational group
  75. Suara Ibu Bandung
  76. Perkumpulan HuMa Indonesia
  77. Yayasan SatuDunia (OneWorld Indonesia)
  78. Perkumpulan Alumni Universitas Hang Tuah Surabaya
  79. Pusat Kajian Kebijakan Publik dan Hak Asasi Manusia (PKKPHAM) FH Unila
  80. Pusat Kajian Hukum Sriwijaya
  81. Greenpeace Indonesia
  82. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)
  83. Extinction Rebellion Indonesia (XR id)
  84. Front Muda Revolusioner (FMR)
  85. LBH AP PP Muhammadiyah
  86. Revolusi Jolly Roger
  87. Migrant CARE
  88. Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Pusat Muhammadiyah
  89. NIKA JABAR
  90. Cyclekleng (komunitas sepeda Denpasar)
  91. LBH Jentera
  92. Mahasiswa Pascasarjana, Program Studi Pengelolaan SDA dan Lingkungan Hidup (PSL), IPB University
  93. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM)
  94. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)
  95. Solidaritas Perempuan (SP)
  96. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers
  97. Indonesian Center for Environmental Law (ICEL)
  98. Lembaga Bantuan Hukum Masyarakat (LBHM)
  99. POJOK FISIP UNILA
  100. IKOHI (Ikatan Kemanusiaan untuk Korban Penghilangan Paksa Indonesia)
  101. Komunitas Taman 65
  102. Yayasan Cahaya Guru
  103. Auriga Nusantara
  104. Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK)
  105. Organisasi  Lam Maju Desa Lae Haporas.Kab.Dairi.Sumatera Utara
  106. ARTIKULA HIJAU
  107. Yayasan Tifa
  108. Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA)
  109. Organisasi Harapan Maju,desa Pandiangan Kab.dairi.Sumut
  110. Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).
  111. Transparency International Indonesia
  112. Cangkang Queer
  113. Institut Hubungan Industrial Indonesia
  114. Jaringan Advokasi Tambang (JATAM)
  115. Yayasan Roehana Independen Indonesia
  116. Serikat Awak kapal Transportasi Indonesia (SAKTI)
  117. Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI)
  118. Jaringan Solidaritas Keadilan Korban Kanjuruhan (JSKK)
  119. Serikat Pekerja Kampus (SPK)
  120. Perhimpunan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat Sumut (BAKUMSU)
  121. Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA)
  122. Persaudaraan Perempuan Nelayan Indonesia (PPNI)
  123. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali
  124. Centre for Innovation Policy and Governance (CIPG)
  125. Forum Aktivis Perempuan Muda Indonesia (FAMM Indonesia) .
  126. Arus Pelangi i
  127. Lentera Gayatri
  128. Logos ID
  129. Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Malang Raya
  130. Samsara
  131. Save All Women and Girls
  132. Jaringan Perempuan Yogyakarta
  133. Kampoeng Tjibarani Bandung
  134. Perkumpulan Destructive Fishing Watch Indonesia (DFW Indonesia)
  135. Public Interest Lawyer Network (PILNET) Indonesia
  136. Perkumpulan Creata
  137. Yayasan Srikandi Lestari
  138. Sanggar Swara
  139. Satya Bumi
  140. Asia Justice and Rights (AJAR)
  141. Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI)
  142. Kolektif GPTB
  143. Berpuisi dengan Gembira
  144. Koaksi Indonesia
  145. Rumah Pengetahuan Amartya
  146. Berdikari Space
  147. Public Relations Esa Unggul University
  148. Laboratorium Desain Sosial
  149. Public interest lawyer Network (Pil-Net) Indonesia
  150. Perkumpulan Ayam Sejahtera Indonesia (PASI)
  151. Federasi Serikat Buruh Persatuan Indonesia (FSBPI)
  152. YLBHI-Lembaga Bantuan Hukum
  153. Makassar
  154. Jaringan Advokasi Nasional Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT)
  155. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Surabaya
  156. DecodeInsane
  157. The Indonesian Institute, Center for Public Policy Research (TII)
  158. Suara Kebebasan
  159. Aksi Kamisan Medan
  160. Jedakata
  161. Kait Nusantara
  162. Yayasan Srikandi Sejati
  163. Asosiasi LBH APIK Indonesia
  164. Pelangi Khatulistiwa
  165. Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya 2025
  166. Center of Economic and Law Studies (CELIOS)
  167. Gender Research Student Center (GREAT) UPI
  168. Working Group ICCA Indonesia (WGII)
  169. Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)
  170. Trisakti Lawan Tirani
  171. Perkumpulan Suara Kita
  172. Institute for Research and Empowerment (IRE)
  173. Amerika Bergerak
  174. Tim Relawan Perempuan untuk Kemanusiaan (RPuK) Aceh
  175. LBH APIK Aceh
  176. Komite Mahasiswa dan Pemuda Anti Kekerasan (KOMPAK)
  177. Indonesia Budget Center (IBC)
  178. IPEMI Kota Malan
  179. Kawan Medis
  180. Animals Don’t Speak Human (ADSH)
  181. Sanubari Sulawesi Utara
  182. Veritas Hukum
  183. Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM)
  184. Constitutional and Administrative Law Society (CALS)
  185. 350 Indonesia
  186. Perempuan Mahardhika
  187. Yayasan Inisiatif Perubahan Akses menuju Sehat Indonesia (IPAS)
  188. Jaringan Akademisi GERAK Perempuan
  189. Yayasan Bahana Rumah Relawan Peduli
  190. Yayasan Penabulu
  191. Communication for Change, Jakarta
  192. Making Foundation, Jakarta
  193. Peduli Aja Dulu (@peduliajadulu)
  194. Perkumpulan Sawit Watch
  195. Koo PURNA
  196. Jerat Kerja Paksa
  197. Jaringan Kerja Gotong Royong
  198. Lingkar Studi Advokat (LSA)
  199. Pegiat Kesehatan Masyarakat (SAFETY)
  200. Combine Resource Institution
  201. Social Movement Institute
  202. Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI) Yogyakarta
  203. Beranda Migran
  204. International Migrants Alliance (IMA)
  205. Koordinasi Purna Pekerja Migran Indonesia (KOPPMI)
  206. Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Hong Kong
  207. Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) Macau
  208. Asosiasi Buruh Migran Indonesia (ATKI) Hong Kong
  209. Gabungan Tenaga Kerja Bersolidaritas (GANAS COMMUNITY TAIWAN)
  210. Indonesian Migrant Workers Union (IMWU) Hong Kong dan Macau
  211. Persatuan BMI Tolak Overcharging (PILAR) Hong Kong
  212. Indonesian Development Circle (IDC)
  213. Asian Forum for Human Rights and Development (FORUM-ASIA)
  214. Perkumpulan Rasamala Hijau Indonesia (RHI)
  215. Yayasan Srikandi Indonesia
  216. LBH Kesehatan Indonesia
  217. Cakra Wikara Indonesia
  218. PUSHAM UII
  219. Codayati Collective
  220. Purplecode Collective
  221. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD)
  222. Gerakan Indonesia Kita (GITA)
  223. Senat Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara
  224. FIKORNOP Sulawesi Selatan
  225. Bangsa Mahardika ni
  226. LBH.KALIJAGA82
  227. Bunga Bangsa
  228. Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN)
  229. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
  230. International NGO Forum on Indonesian Development (INFID)
  231. Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI)
  232. Kawula17
  233. Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) Reg. Sulawesi
  234. Yayasan Forum Adil Sejahtera 90 (YFAS)
  235. Sajogyo Institute
  236. Dewan Kesenian Jakarta
  237. Whiteboard Journal
  238. Local Initiative for Occupational Safety and Health Network (LION) Indonesia
  239. Kolektif Ruang Perempuan dan Tulisan (RPdT)
  240. Sekolah Pemikiran Perempuan
  241. Perkumpulan Gemawan
  242. Paramedis Jalanan Jakarta
  243. Lembaga Pers Mahasiswa Fatsoen (UIN SSC)
  244. BEM Universitas Mataram
  245. Aksi Kamisan Aceh
  246. Perpustakaan Online Genosida  1965-196
  247. Kolektif Simpul Salatiga
  248. Universitas 45 Mataram
  249. Nalar Institute
  250. PPI Warwick
  251. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung
  252. Yayasan Kalyanamandira Bandung
  253. Forum Dago Melawan
  254. Lembaga Pers Mahasiswa Bhanu Ti
  255. Aksi! for gender, social and ecological Justice
  256. Pantau Gambut
  257. Sahabat Seni Nusantara
  258. Never Okay Project
  259. Aksi Kamisan Salatiga
  260. Perempuan Komponis: Forum & Lab
  261. Pusat Studi Nexus Law and Society
  262. Institute of International Studies, Universitas Gadjah Mada
  263. Perkumpulan SUAKA
  264. PA9I Berdaya
  265. #ObatManjur – Orang Hebat, Main Jujur
  266. Made In Family
  267. Gudskul Ekosistem – (ruangrupa, Serrum, Grafis huru-hara)
  268. AMAN.Wilayah Maluku
  269. Lumah Parisaha Maluku
  270. Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN)
  271. Lembaga Bantuan Hukum Marimoi (LBH Marimoi)
  272. Solidaritas Perempuan dan Anak (SOPAN) Sumba
  273. Sasikirana KoreoLAB & Dance Camp
  274. Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN)
  275. Jaringan JAGA DECA
  276. Forum Petani Plasma Buol (FPPB)
  277. Yayasan Diakonia pelangi Kasih
  278. Dema Fisipol UGM
  279. Sanggar caraka Indonesia
  280. Jaringan Kerja Lembaga pelayanan Kristen (JKLPK) Indonesia
  281. Yayasan Forum Adil Sejahtera (YFAS)
  282. Yayasan Srikandi Indonesia
  283. Centre for Gender, Sexuality, and Human Rights (GSHR)
  284. Taman Buku Bebasari, Jakarta Selatan
  285. Tarang Karuna (Komunitas Tari Kota Bandung)
  286. Yayasan Muara Kreasi Merdeka (muara/org, sindikat sinema, muarasuara, samar.projek)
  287. Pusat Studi Konstitusi Fakultas Hukum Universitas Andalas
  288. Gerak
  289. LBH Banda Aceh
  290. Insan Pengadaan Antikorupsi
  291. Lembaga Informasi Perburuhan Sedane (LIPS) Indonesia
  292. Lembaga Partisipasi Perempuan (LP2)Y2F Media
  293. POV Rakyat
  294. Kelompok Jaya Bersama (KJB)
  295. KetemuID
  296. Sischa Rosa Linda Solokana (Aktivis GEDSI – NTT)
  297. Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (KABAR BUMI)
  298. Jarum Demokrasi
  299. Asia Floor Wage Alliance (AFWA) Indonesia
  300. Transnational Palm Oil Labour Solidarity (TPOLS)
  301. Kolektif Bengkel Kabel Bandung
  302. Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Kalimantan Barat
  303. Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PKBI DIY)
  304. Serbuk Kalbar
  305. Partai Rakyat Pekerja (PRP), Indonesia
  306. Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Indonesia
  307. Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Indonesia
  308. Partisipasi Kristen Indonesia (Parkindo)
  309. Melbourne Bergera
  310. PERKUMPULAN ANAK JAWA TIMUR.
  311. JAMAN (jaringan masyarakat mandiri) provinsi NTT
  312. JAKER (jaringan kebudayaan Rakyat) kota kupang
  313. KOMPUTER (komunitas perempuan terdidik) kota kupang
  314. Rasamala Hijau Indonesia (RHI)
  315. Bentala Indra Nusantara
  316. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI)
  317. PERCA Resource Center for Women and Girls Yogyakarta
  318. Sekolah Tinggi Filsafat Theologi Jakarta

Impact Playground

  1. Gelanggang Olah Rasa
  2. Gabungan Migran Muslim Indonesia / GAMMI Hong Kong
  3. Yayasan Satu Karsa Karya (YSKK)
  4. Paguyuban Hak Asasi Manusia Fakultas Hukum UNPAD (PAHAM FH UNPAD)
  5. Pusaka Bentala Rakyat

Individu

  1. Judianto Simanjuntak (Pengacara Publik di Public interest lawyer Network (Pil-Net) Indonesia )
  2. 3diah kusumaningrum
  3. Fatia Maulidiyanti (Pegiat HAM)
  4. Risma Umar, Aksi! untuklan gender, sosial dane
  5. Luqman Hakim (UGM)
  6. Dian Siahaan
  7. Rachmania Utami Tsalasa Putri
  8. Rizkya Firdaus G.
  9. Alfian Widi Santoso
  10. Muhammad Rizky Pradana
  11. Tibiko Zabar (Pegiat Antikorupsi)
  12. Djoko Ikhsan Rahmanullah (Illustrator (DWG))
  13. Suci Rahmalia Asih
  14. Indira Fikri Amalia
  15. Maria Clarissa Triana Sutanto
  16. Tegar Pulung Subhiksa
  17. Shafa Amani Anargya Pragiwaka
  18. Fatiha Khoirotunnisa Elfahmi
  19. Julian Riezki Pratama
  20. Rahmat Dwiki Ma’dika
  21. Hennny Sihombing
  22. Desra Sihombing
  23. Lekson Hasibuan
  24. Rohani Manalu
  25. Ermelina Singereta (Advokat Publik)
  26. Ekaristi Panulu Manik
  27. Renaldi Bayu (Pemikir Muda)
  28. Sastyo Aji Darmawan (Penyuluh Antikorupsi
  29. M. Sahlan Ramadhan S
  30. Prima Gaida Journalita
  31. Reza Aditi
  32. Yatik
  33. Nia
  34. Nina
  35. Sugiarto Arif Santoso
  36. Vian
  37. pransiska novicasari
  38. Ruth (Iyuth) Pakpahan
  39. Rr. Diah Asih Purwaningrum
Facebook
Twitter
WhatsApp
Email
Print

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *