Taiwan, 3 Juni 2025. YLBHI dan beberapa Organisasi Masyarakat Sipil indonesia bersama dengan ACFA (Asia Future Citizen Association) melaksanakan agenda diskusi publik terkait kembalinya rezim otoriter Indonesia yang berjudul: “Indonesia’s Authoritarian Return: Prabowo, Militarism, and Civic Space Threat” di Taipei. Acara ini dilakukan untuk memberikan gambaran terkait kondisi politik Indonesia dibawah rezim Prabowo, kebijakan efisiensi, serta situasi kebebasan berkumpul dan berekspresi bagi masyarakat sipil di Indonesia.

Muhamad Isnur, Ketua Umum YLBHI menyampaikan adanya kebijakan efisiensi di Indonesia tidak menurunkan segala bentuk nepotisme dan korupsi yang dilakukan oleh para pejabatnya. Ia juga menekankan pentingnya masyarakat Indonesia untuk memberi perhatian pada UU TNI.
Acara ini dihadiri oleh puluhan aktivis dan media di Taiwan. Selain itu, YLBHI juga berkesempatan untuk mengunjungi dan memperluas jaringan kerjasama dengan jaringan masyarakat sipil yang ada di Taipei seperti: jurnalis Taiwan-Indonesia, TAHR, Taiwan Innocence Project, Judicial Reform Project, dan National Commission on Human Rights Taiwan. Dalam kesempatan tersebut, YLBHI mempromosikan terkait Bantuan Hukum Struktural, Paramedia, serta mekanisme internasional dan kerja-kerja yang dilakukan oleh YLBHI dan 18 LBH Kantor.